STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP SOSIAL TANGGUNG JAWAB SISWA KELAS V SDN 7 RANTEPAO
DESI
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Universitas Kristen Indonesia Toraja
desisikki@gmail.com
Abstrak: Tujuan dillakukan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan sikap sosial tanggung jawab siswa di kelas V SDN 7 Rantepao. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskripsif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul strategi dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap sosial tanggung jawab siswa kelas V SDN 7 Rantepao antara lain: menerima konsekuensi, melaksanakan tugas individu dengan baik, tidak menyalahkan orang lain, mengembalikan barang yang dipinjam, tepat janji serta melaksanakan tugas piket kebersihan. Strategi yang digunakan guru dalam mengambangkan sikap sosial tanggung jawab yaitu dengan memberikan arahan dan nasehat, melakukan pembiasaan, memberikan teladan/contoh yang baik serta memberikan teguran dan memberikan hukum/saksi. Dengan diberikannya nasehat yang disisipkan dalam pembelajaran dan terus diulang-ulang, sehingga siswa mengingat dengan baik. Pemberian tugas-tugas di sekolah merupakan pembiasan yang juga mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab, ikut terlibat aktif dalam mengerjakan tugas kelompok, melaksanakan piket, jarang terlambat, memakai atribut sekolah, dan menaati seluruh tata tertib sekolah sudah mengambarkan bahwa sikap sosial tanggung jawab.
Kata Kunci: Strategi Guru, Sikap Sosial Tanggung Jawab
Abstract: The purpose of this study was to describe the teacher's strategy in developing social responsibility attitudes of students in class V SDN 7 Rantepao. The approach used is a qualitative approach with descriptive qualitative research. Data collection techniques used are through observation, interviews and documentation. The data collected is a strategy by means of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the socially responsible attitudes of grade SDN 7 Rantepao students included: accepting the consequences, carrying out individual tasks well, not blaming others, returning borrowed items, keeping promises and carrying out cleaning duties. The strategy used by the teacher in developing a socially responsible attitude is to provide direction and advice, make habits, provide good examples/examples and give warnings and provide laws/witnesses. By giving advice that is inserted in learning and continues to be repeated, so that students remember well. Giving assignments at school is a bias that also encourages students to be more responsible, actively involved in doing group assignments, carrying out picket, rarely being late, wearing school attributes, and obeying all school rules already illustrates that social responsibility attitude.
Keywords: Teacher Strategy, Attitude of Social Responsibility
PENDAHULUAN
Dalam pengertian yang sederhana dan umum, makna Pendidikan diartikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan, baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai dan norma tersebut, serta mewariskannya kepada generasi berikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses Pendidikan (Fika Aprilia, 2015).
Salah satu wawasan yang perlu diketahui dan dimiliki guru adalah strategi belajar bengajar yang merupakan garis-garis besar untuk bertindak dalam rangka mencapai tujuan yang telah digariskan. Dengan mengetahui dan memiliki strategi, seseorang guru akan mempunyai pedoman untuk bertindak, atau harus ditempuh agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara teratur, sistematis, terarah, lancar dan efektif serta memiliki kemapuan yang optimal dalam memberikan pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih memahi pelajaran tersebut, memberikan contoh-contoh pembelajaran yang menyenangkan agar terciptanya suasana kelas yang aktif.
Pendidikan karakter di Sekolah Dasar, harus mendapatkan perhatian yang lebih untuk membentuk pondasi akhlak mulia peserta didik yang kuat. Hal ini dilakukan agar peserta didik memiliki kesadaran tentang pentingnya nilai-nilai kebaikan pada Pendidikan selanjutnya maupun dalam kehidupan sehari-hari pendidikan karakter harus dimulai dari SD karena jika karakter tidak terbentuk sejak dini maka akan susah untuk merubah karakter seseorang (Edi Rohendi, 2016:2).
Di sekolah, guru memiliki peran penting dalan mengembangkan sikap sosial siswa. Guru dapat membantu siswa dalam menggunakan seluruh potensinya untuk mencapai aktualisasi diri yang maksimal. Ketika berada di ruang kelas, guru memengan peranan penting dalam mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai, termasuk pengembangan sikap sosialnya. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehiduapan bangsa. Selain itu, hal yang demikian bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreaktif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU RI No. 20 Tahun 2003)
Sikap Sosial perlu ditanamkan pada siswa di sekolah karena siswa menghabiskan sebagian waktunya di sekolah. Untuk dapat membentuk kepribadian siswa agar memiliki sikap sosial yang lebih baik tidak lepas dari peran guru. Ditangan para gurulah terletak kemungkinan berhasil atau tidaknya pencapain tujuan proses pembelajaran dan pembentukan sikap kepribadian anak, sehingga memliki sikap sosial positif atau negatif. Supaya semua guru mampu menunaikan tugas dengan sabaik-baiknya untuk mencapai tujuan Pendidikan guru harus memahami dengan benar keadaan siswa secara individu maupun kelompok, apalagi dengan pembentukan sikap kepribadian dalam penanaman sikap sosial, jadi sikap sosial penting untuk ditanamkan di sekolah.
Tanggung jawab dalam belajar adalah kewajiban untuk menyelesaikan tugas yang telah diterima secara tuntas melalui usaha yang maksimal serta berani menanggung segala akibatnya. Individu yang bertanggung jawab adalah individu yang dapat memenuhi tugas dan kebutuhan dirinya sendiri, serta dapat memenuhi tugas tanggung terhadap lingkungan sedkitarnya dengan baik. Pribadi harus dilatih secara terus menerus, sehingga menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Seorang yang mempunyai sikap tanggung jawab merupakan hal yang perlu dikembangkan di sekolah dan gurulah yang bertugas mengembangkan dan mengarahkan kepada peserta didik sebagai seseorang yang bertanggung jawab dengan menggunkan srategi atau cara dari guru
Tanggung jawab juga diartikan sebagai tugas yang mampu menyelaraskan dalam mencapai kompetensi siswa yang dimilikinya. Siswa yang tidak bertanggung jawab dalam belajar akan mendapatkan hasil yang kurang maksimal, sehingga siswa yang tidak dapat menegetahui seberapa besar hasil kemapuan dirinya. Guna mencapai cita-cita yang diinginkan sebagai seorang pelajar harus memiliki tanggung jawab yang penuh dalam segi belajarnya. Siswa yang memiliki rasa tanggung jawab belajar yang tinggi akan mencapai keiginan yang diiginkan.
Berdasarkan penjabaran di atas, peran guru sangat penting dalam mengembangkan sikap sosial tanggung jawab siswa Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan sikap sosial tanggung jawab siswa
METODE
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan sikap sosial tanggungjawab siswa .Jenis deskriptif digunakan untuk merefleksikan data secara akurat menggunakan kalimat, mendeskripsikan kejadian dan fakta-fakta yang kompleks di lapangan. Subjek penelitian ditentukan menggunakan Teknik wawancara. observasi dan dokumentasi. Adapun subjek penelitian terdiri guru kelas. Untuk memperoleh keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu mengecek dan membandingkan data yang diperoleh memiliki kesamaan dengan sumber data yang lain, artinya data yang diperoleh melalui teknik wawancara memperoleh data yang sama dengan teknik observasi dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis yang meliputi: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penilitian ini dilakukan di SDN 7 Rantepao yang beralamat di Jl. Mensos Pangrante, Kelurahan Laang Tanduk, Kec. Rantepao, Kab. Toraja Utara, Prov. Sulawesi Selatan. SDN 7 Rantepao berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah seluas 3902 M2. SDN 7 Rantepao yang memiliki SK Izin Oprasional 007/DP-TU/Dikdas.1/IV/2014 Dan Terakreditas Amat Baik.
Berdasarkan data yang telah diperoleh dalam pelaksanaan penelitian melalui observasi, wawancara dan dokumentasi di SDN 7 Rantepao, maka akan membahas mengenai sebagai berikut:
Strategi Guru dalam Mengembangankan Sikap Sosial Tanggung Jawab Siswa Kelas V SDN 7 Rantepao.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode yang efektif. Strategi adalah suatu cara beserta langkah yang dipersiapkan oleh guru sebelum pembelajaran dilakukan agar pembelajaran berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran itu sendiri. strategi yang dilakukan guru mengembangkan sikap sosial tanggung jawab siswa. Istarani (2020:126) menyatakan bahwa “Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien”
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian siswa kelas V di SDN 7 Rantepao, menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru untuk mengembangkan sikap sosial tanggung jawab siswa diantaranya yakni dengan pola pembiasaan, keteladanan/contoh dan teguran. melalui pola pembiasaan yang dilakukan di kelas dengan cara membiaskan siswa bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu. Melalui keteladan/contoh bagaimana berhubungan yang baik dengan teman di sekitar kita, yaitu dengan cara berkomunikasi dengan semua orang tanpa membeda-bedakan dan bersikap baik kepada mereka, membimbing siswa ketika kesulitan dalam mengerjakan tugas. Guru salah satu yang sangat besar pengaruhnya di mata siswa di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah, apa yang dilihat dari guru maka akan ditiru oleh siswanya. Keteladanan menjadi titik sentral dan mempunyai arti penting mendidik, kalau guru berkribadian baik akan kemungkinan siswanya juga berkribadian baik. Strategi berikutnya yang digunakan oleh guru dalam mengembangkan sikap sosial dan tanggung jawab siswa yakni dengan melalui teguan. Dalam hal ini guru menegur siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah maupun melakukan tindakan yang kurang baik, misalnya tidak mengerjakan Pekerjaan rumah (PR) ataupun tugas. Dengan melakukan teguran, siswa mendapatkan masukan dan bimbingan agar bisa bersikap lebih baik lagi dan mengembangkan sikap tanggung jawab dalam diri siswa. Oleh sebab itu menangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam diri siswa. Dalam batas tertentu memang afeksi dapat muncul dalam kejadian behaviural, akan tetapi penilaiannya untuk sampai pada kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan membutuhkan ketelitian dan observasi yang terus menerus, dan hal ini tidaklah mudah untuk dilakukan
Sikap sosial tanggung jawab siswa
Tanggung jawab sosial sebagai kemampuan manusia dalam kehidupan bermasyarakat dalam menjaga keseimbangan antara perilaku yang ditampilkan dengan harapan sesuai dengan status sosialnya. Di dalam strategi mengembangkan sikap tanggung jawab siswa terdapat indikator yang menandai sikap tanggung jawab, yakni menerima konsekuensi dari tindakan, melaksanakan tugas dengan baik, melaksanakan piket kelas, tidak menyalahkan orang lain, Mengembalikan barang yang dipinjam dan tepat janji . Relevan dengan penelitian Ida Ayu Dewi Virani, dkk (2016), mengkatakan bahwa sikap sosial tanggung jawab. Hal ini terbukti dengan terlaksananya tugas yang menjadi kewajibannya di kelas, seperti piket kebersihan terlaksana dengan baik. Selain itu, yang bermasalah seperti tidak mengerjakan tugas, mereka secara berani mengakui kesalahan yang dilakukan dan menepati janjinya untuk mengumpulkan tugasnya tepat waktu.
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian di kelas V SDN 7 Rantepao bahwa sikap sosial tanggung jawab siswa yaitu:
Menerima Konsekuensi dari Tindakan dan Keputusan yang Dilakukan
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian di kelas V SDN 7 Rantepao, menunjukkan bahwa konsekuensi harus diterima oleh siswa akibat dari pada perbuatannya sendiri, penerimaan konsekuensi kepada siswa harus sesuai dengan tindakan atau keputusan yang siswa tersebut lakukan. Siswa kelas V yang tidak mengerjakan PR mendapat konsekensi tidak mendapat nilai atau bisa juga pengurangan nilai akibat terlambat mengumpulkan tugas. Terkadang jika siswa tidak taat peraturan maka konsekuensi yang didapatkan berupa teguran maupun hukuman. Tidak semua siswa bisa menerima konsekuensi yang didapatkan, maka dari itu guru harus secara halus dalam menanganinya agar siswa mengerti dan dapat merubah perilakunya. Hal ini sejalan dengan teori yang diungkapkan (Koesoema, 2020) mengatakan bahwa konsekuensi adalah sesuatu yang mau tidak mau harus kita terima. Menerima konsekuensi artinya berani menerima hal yang timbul sebagai akibat atas sebuah pilihan, perbuatan, atau keputusan. Perbuatan apapun yang kita lakukan, besar atapun kecil, pasti ada konsekuensinya.
Melaksanakan tugas individu dengan baik
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian di kelas V SDN 7 Rantepao, menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru dalam mengembangkan sikap tanggung jawab siswa yakni siswa dituntut untuk mampu mengerjakan tugas individu dengan baik yang diberikan oleh guru, siswa mencoba mengerjakan tugas secara maksimal dan berusaha mencari jawaban dan tidak mengandalkan jawaban dari temannya. Hal ini sejalan denga apa yang diungkapan (Koesoema, 2020) dalam teorinya mengatakan bahwa, pelaksanaan tugas adalah kesatuan pekerjaan atau kegiatan yang dilaksanakan oleh suatu badan atau wadah secara terencana, teratur, dan terrah guna mencapai tujuan yang diharapkan maupun operasional atau kebijaksanaan menjadi kenyataan guna mencapai sasaran dari program yang ditetapkan. Semula tanggung jawab juga dapat diartikan sebagai menerima apa yang diwajibkan dan melaksanakan tugas dengan baik selaras dengan kompetensi yang dimilikinya.
Tidak menyalahkan orang lain
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian di kelas V SDN 7 Rantepao, menunjukkan bahwa strategi yang di gunakan guru dengan cara siswa dituntut untuk berani mengakui kesalahan, berani menerima konsekuensi dari tindakan, dan berusaha memperbaiki kesalahan atas tindakannya. Contoh lain ketika kerja kelompok kemudian ada jawaban yang salah, para siswa tersebut saling menyalahkan. Peran guru di sini yaitu menasehati siswanya agar tidak saling menyalahkan, bisa intropeksi diri, dan siswa tersebut dapat merubah sikapnya menjadi lebih bertanggung jawab lagi. Hal ini sejalan dengan teori (Koesoema, 2020) yang mengatakan bahwa tidak menyalahkan orang lain adalah tidak melemparkan kesalahan kepada orang lain. Tidak memberikan tanggung jawab kepda orang lain.
Mengembalikan barang yang dipinjam
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada kelas V di SDN 7 Rantepao, menunjukkan bahwa strategi yang di gunakan guru dengan cara teguran, dalam hal ini guru mengingatkan siswa untuk bertanggung jawab mengembalikan barang yang dipinjam sesuai dengan waktu yang telah di tentukan.
Melaksanakan tugas yang menjadi kewajibannya di kelas seperti piket kebersihan
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian di kelas V SDN 7 Rantepao, menunjukkan bahwa strategi yang di gunakan guru dengan pola pembiasan dalam hal ini guru selalu melatih siswa untuk bertanggung jawab dengan tugas dan kewajibannya dalam memberishkan lingkungan sekolah sesuai dengan jadwal.
Tepat janji
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian di kelas V SDN 7 Rantepao, menunjukkan bahwa strategi yang di gunakan guru dengan cara membiasakan siswa tepat janji dalam megumpulkan tugas, pengumpulan tugas yang terlambat bisa termasuk kategori siswa tidak tepat janji. Untuk meningkatkan sikap ini guru memberika teguran kepada siswa berupa konsekuensi pengurangan nilai tugas maupun pengosngan nilai tugas kepada siswa dengan tujuan sikap tanggung jawab siswa dapat meningkat. Hal ini sejalan dengan teori (Koesoema,2020) mengatakan bahwa Janji adalah perkataan yang menyatakan kesedian dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu. Pengakuan yang mengikat diri sendiri terhadap ketentuan yang harus ditepati atau dipenuhi. Tepat janji yaitu menjalankan janji yang telah diucapkan dengan cara menepatinya menggunakan perbuatan ataupun lisan.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasana maka dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan oleh guru dalam mengembangkan sikap sosial tanggung jawab di kelas Ⅴ SDN 7 Rantepao, yaitu dengan memberikan arahan dan nasehat, melakukan pembiasaan, memberikan teladan/contoh yang baik serta memberikan teguran dan memberikan hukum/saksi. Dengan diberikannya nasehat yang disisipkan dalam pembelajaran dan terus diulang-ulang, sehingga siswa mengingat dengan baik. Pemberian tugas-tugas di sekolah merupakan pembiasan yang juga mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab, ikut terlibat aktif dalam mengerjakan tugas kelompok, melaksanakan piket, jarang terlambat, memakai atribut sekolah, dan menaati seluruh tata tertib sekolah sudah mengambarkan bahwa sikap sosial tanggung jawab.
Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh, maka diberikan beberapa saran kepada pihak terkait, di antarnya:
Setiap guru hendaknya memiliki keterampilan lebih dalam mengembangkan sikap sosial tanggung jawab siswa. Strategi guru sangat sentral dalam mengembangkan sikap siswanya karena guru kerap menjadi contoh bagi siswanya dalam bertindak.
Siswa diharapkan lebih rajin dan bersemangat, bertanggung jawab dan mendegarkan gurunya agar menjadi siswa yang taat pada peraturan.
Penulis berharap dalam penelitian selanjutnya yang akan diteliti mmenggali lebih dalam lagi dan menemukan data maupun fakta baru yang lebih banyak dan mendalam dan dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya tertuma dalam sikap sosial tanggung jawab.
DAFTAR PUSTAKA
Fika Aprilia. 2015. Strategi Guru Dalam Membentuk Sikap Sosial Siswa Kelas I Di MIN Malang I. Jurnal Universitas Negeri Malang 4: 49–60.
Koesoema doni. 2020. Pendidikan Karakter Di Zaman Keblinger. Jakarta: Grasindo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar